//
home

Latest Post

When A Book Walks, A Dream Works

When A Book Walks, A Dream Works

Buku Berkaki: Berawal dari hati, ditetapkan dengan niat.

Update

  • Pernahkah punya tempat pelarian saat sedang sedih atau punya masalah? Tempat yang membuat kita merasa nyaman walau sesaat, bisa membuat kita sejenak bernafas lega dan berpikir lebih jernih. Tempat di mana kita tak perlu memikirkan apa yang sedang terjadi di luar sana meski hanya sekejap. Tempat kita bisa menjadi diri sendiri atau justru berpura-pura menjadi orang lain. Saya punya, tempat yang secara naluri dibangun oleh alam bawah sadar saya sejak berusia 10 tahun. Saat saya mulai sadar bahwa kehidupan saya tidak seindah kisah Rumah Masa Depan. Sejak itu, setiap keadaan mulai tidak menyenangkan, saya mulai lari ke tempat itu, sebuah negeri khayalan dalam sebuah cerita. (more...)
  • Sejak kecil saya memang suka membaca. Ibu biasa membelikan berbagai macam buku, dimulai dari majalah anak-anak, komik, atau buku dongeng. Di rumah, kebetulan kakek, nenek, dan tante saya juga suka membaca. Dari situlah, jika kebetulan buku saya telah habis dibaca, saya jadi terbiasa membaca buku apa saja yang ada di rumah. Buku yang sebenarnya kurang sesuai dengan usia saya. Sejak Sekolah Dasar, saya sudah rajin membaca cerpen di majalah remaja. Sejak kecil saya sudah menikmati membaca puisi karena kakek memiliki beberapa buku koleksi Jalaludin Rumi. Atau bagaimana saya begitu tertarik dengan buku mengenai segitiga bermuda. Bahwa sejak kecil, ternyata saya sudah menggemari novel horor. Bukan berarti karena itu saya jadi tidak suka membaca buku anak-anak. Saya masih tetap meminta pada ibu untuk dibelikan majalah Bobo, komik Donald Bebek, dan beberapa dongeng anak lainnya. (more...)

Krucils

Twit @BukuBerkaki

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 189 other followers